~ hanya kerinduan kelak membawaku pulang~
22 Juli 2011
Dear adik. Ada pasar malam di desa sebelah. Ingatkah kita pernah
membeli gula kapas? Dan kita memakannya saat pulang berjalan kaki.
Pelan-pelan. Habis. Sebelum sampai rumah agar kita tak dimarahi Ibu
karena membeli dan memakan gula kapas itu.
23 Juli 2011
Dear Adik. Ada pasar malam di desa sebelah. Tadi melihat balon
Nemo si ikan badut. Hanya saja dia bersirip sama besar. Kamu ingat kisah
ini. Sama seperti kita yang dengan segala kekurangan pergi dari rumah
demi melihat dunia yang lebih luas. Dan kembali demi sujud terima kasih
pada Ibu dan Bapak.
24 Juli 2011
Dear adik . Ada pasar malam di desa sebelah. Kembali ramai setelah waktu lalu sebagai tempat penampungan para pengungsi dari Merapi . Kini kehidupan terus berjalan. Sebuah cita-cita menjadi tujuan.
26 Juli 2011
Dear Adik. Ada pasar malam di desa sebelah.
Donat, untir-untir, tahu petis banyak makanan dipersiapkan untuk dijajakan nanti malam.
Dulu
kita sering hanya dapat melihat dan menghirup kelezatan. Tak mungkin
kita dapat membelinya. Adzan berkumandang bergegas kembali ke rumah.
Masakan Ibu pasti lebih lezat. Yang terbaik.
28 Juli 2011
Dear Adik.
Ada pasar malam di desa sebelah. Ingatkah kita diam-diam membeli
sepasang kelinci setelah tangisanmu semalam merengek ingin membeli
mereka? Kemudian kita beri nama Plendas dan Plendus. Lucu.
30 Juli 2011
Dear Adik.
Tak ada lagi pasar malam di desa sebelah. Besok memasuki bulan
Ramadhan. Satu bulan lagi. Semoga kelak Idul Fitri dan kerinduan
membawaku pulang.
untuk kompasiana
No comments:
Post a Comment