Wednesday, September 21, 2011

Tini dan Warti


Selendang batik harum beraroma malam dan klerak. Pemberian Bapak ketika aku berumur 12 tahun. Aku bangga dengan selendang ini, seperti aku bangga dengan Bapakku.

Masih saja harum beraroma malam dan klerak.

Tiga hari lalu anak lelaki kami lahir. Thole, begitu nanti kami akan menyebutnya. Anak yang telah dinantikan dua tahun berlalu perkawinan kami. Tetapi kebahagian sekaligus duka bagiku, istriku tercinta pun telah meninggal dunia saat melahirkan Thole.

“Kasihan kamu Thole, tapi jangan khawatir Nak, Bapak siap menjagamu, karena akulah juga Ibumu kini.”

Kelak selendang batik ini kuberikan pada anak lelakiku. Semoga dia selalu bangga pada bapaknya dan kakeknya. Pernah diusia muda menjadi bintang sinden panggung ludruk. Sebagai Tini dan Warti.

untuk jejakubikel

No comments:

Post a Comment