Selendang batik harum beraroma malam
dan klerak. Pemberian Bapak ketika aku berumur 12 tahun. Aku bangga
dengan selendang ini, seperti aku bangga dengan Bapakku.
Masih saja harum beraroma malam dan
klerak.
Tiga hari lalu anak lelaki kami lahir.
Thole, begitu nanti kami akan menyebutnya. Anak yang telah dinantikan
dua tahun berlalu perkawinan kami. Tetapi kebahagian sekaligus duka
bagiku, istriku tercinta pun telah meninggal dunia saat melahirkan
Thole.
“Kasihan kamu Thole, tapi jangan
khawatir Nak, Bapak siap menjagamu, karena akulah juga Ibumu kini.”
Kelak selendang batik ini kuberikan
pada anak lelakiku. Semoga dia selalu bangga pada bapaknya dan
kakeknya. Pernah diusia muda menjadi bintang sinden panggung ludruk.
Sebagai Tini dan Warti.
untuk jejakubikel
No comments:
Post a Comment