Mbah Tardjo yang tinggal di kampung sebelah itu seorang veteran perang. Mengingat usia Beliau 83 tahun pastilah dia ikut berperang pada jaman penjajahan.
Beliau tinggal sendiri. Istrinya sudah lama meninggal sejak jaman penjajahan itu. Hingga kini dia tak menikah lagi tanpa anak . Tak ada yang merawat lagi. Hanya kebaikan seorang Mantri secara rutin mengunjunginya.
Akhir-akhir ini kesehatan Mbah Tardjo menurun. Beliau sekarang lebih sering mengomel panjang. Berbicara sendiri. Sepertinya kesadaran jiwa Mbah Tardjo makin menurun.
Kasihan. Dia pahlawan perang, banyak membunuh musuh.
“Aku membunuh penjajah itu, juga istriku. Bukan orang itu yang hendak memperkosanya, tapi mereka yang berbohong.”
Gosip pun beredar. Mbah Tardjo hampir tak lagi dianggap seorang pahlawan.
Published with Blogger-droid v1.7.0
No comments:
Post a Comment