“Nak, jangan main di luar. Berbahaya. Tunggu Emak di sini,” mendesis sayang si Emak pada Bocah Ular dengan menggesekkan tubuhnya.
“Iya Mak, aku tunggu di sini,” membalas sayang.
Si Emak pun keluar mencari makan.
“Meong... ” Si Hitam, seekor anak kucing keluar dari rumah.
Bocah Ular pun tanggap. Mendesis keluar sarang. Si Hitam melihatnya, begitu juga Bocah Ular itu.
Mendesis, mengeong. Berulang kali.
HAP!
Leher Bocah Ular di mulut Si Hitam, dan tubuh Si Hitam terbelit Bocah Ular.
Si Emak yang baru kembali mendesis terkejut. Segera mereka saling melepaskan diri. Si Hitam kembali ke rumah.
“Emak jangan marah... itu hanya bercanda. Dia teman bermainku selama Emak pergi.”
untuk jejakubikel
No comments:
Post a Comment