"Indra, jika kelak aku meninggalkanmu lebih dahulu, apalagi dengan sakitku ini yang tak mungkin dapat disembuhkan, kuharap engkau mau memenuhi permintaanku ini. Dengar baik-baik ya, catatlah jika memang diperlukan."
Indra hanya mengangguk mengiyakan. Dia tahu temannya sakit keras, dan mungkin sebentar lagi dirinya pun akan sakit yang sama.
"Aku ingin kamu yang memandikan aku. Tak perlu buru-buru memberitahu keluargaku tentang kematianku, bahkan mengapa aku mati. Jika saatnya mereka tahu aku mati, jangan biarkan mereka melakukan otopsi atas diriku. Itulah aku menginginkan kamu yang memandikan aku, mendandaniku secantik seperti yang kau kagumi sebelum aku sakit."
Indra berusaha menahan air matanya.
"Satu lagi, di batu nisanku tetap tertatah Janiza Yuliwati, bukan Jaka Yuliawan."
untuk jejakubikel
No comments:
Post a Comment