Thursday, March 10, 2011

(sebuah) Kegagalan atau Keberhasilan

Hanya satu yang kuinginkan. Aku tak ingin mengenalmu lagi. Dan dia. Selamanya.


Sakit.
Ruri memutuskan untuk meninggalkan dari rumah harapan mereka, bunga-bunga koleksinya, kehangatan keluarga besar, dan dari Yoyo suaminya. Serta semua kenyamanan.

Pergi.
Satu keputusannya. Setelah Yoyo lebih memilih perempuan itu dan janin. Cukup. Ruri memilih pergi setelah semua pertengkaran, dan semua kesalahan kegagalan pernikahan dibebankan kepadanya.

Jika saja...
Ruri lebih cantik, Ruri lebih menarik, Ruri lebih bisa berdiskusi, Ruri lebih mengerti, Ruri lebih... lebih... Ruri lebih segalanya dari perempuan itu. Bahkan mempunyai anak. Ruri kembali menyalahkan diri sendiri.

****

Yoyo menghentakkan rambutnya, buku jarinya mengeras. Bodoh, bodoh berulang kali diucapkan. Pertengkaran sekaligus perpisahan dengan Ruri, perempuan yang dinikahinya selama 5 tahun. Tanpa keturunan.

Kini ada Wenny bersama bayi. Milik mereka. Bukan dari sebuah pernikahan dengan Ruri. Wenny yang diinginkannya. Dia mencintainya. Bahkan berharap selamanya.

Dua perempuan. Juga janin dari satu perempuan.

****
Wenny terpekur.
Test Pack telah menjadi bukti. Yoyo. Mereka saling cinta dan menginginkan. Tapi ada Ruri, perempuan lain. Istri Yoyo.

Aku juga perempuan.
Dan aku juga mencintai Yoyo. Berulang kali dilafalkan dari sebesar rasa bersalah di sebuah pernikahan. Dialah duri itu. Kini ada kehidupan di rahimnya, buah cintanya bersama Yoyo, suami Ruri.

****

Harapan.
Siapakah pemenangnya. Pernikahan atau seorang bayi?

untuk jejakubikel

No comments:

Post a Comment