Arum manis,
Arum yang Manis... Selalu manis.
Nama yang selalu manis.
Kuingat karena senyummu yang manis.
Meski kamu hitam, tidak merah muda seperti arum manis.
Selamat tinggal Arum yang manis.
Kelak kita bertemu lagi.
Salam manis untuk Arum yang Manis
Raka.
Empat kali empat sama dengan enambelas
Sempat tidak sempat harap dibalas.
Kesekian ratus bahkan ribuan kali. Surat berwarna merah jambu dari masa kecilku.
Kulipat lagi dengan hati-hati.
Raka pengirimnya.
Dahulu dia pindah ke kota lain dan menulis surat untukku.
Benci.
Hanya dia yang selalu mengejekku Arummanis. Arum yang manis.
Tapi semua berlalu.
Besok pagi aku menikah.
Raka dan Arummanis adalah masa lalu.
Arummanis belum habis.
untuk jejakubikel
No comments:
Post a Comment