Esi membuka lagi dompetnya. Dikeluarkan lagi hapenya. Ditengok kembali.
Mendesah saja.
Seperti bergetar tapi tak berdenyut.
Seperti berlagu tapi tak bersuara.
Kini ditatapnya layar hapenya. Tak ada panggilan. Kosong.
Dan dingin.
Gelisah. Rindu. Kembali mendesah.
“Yoris, kamu di mana sih?” lirih dalam desahnya.
“Aku rindu.”
Esi kembali mengambil hapenya, di tulisnya sebuah pesan.
| Aku tahu, kamu punya hape baru. Canggih. Bahkan lebih canggih dari punyaku. Tak ada kabar? Tak ada kalimat rindu lagi? |
Dikirimnya pesan itu.
Tak terkirim. Gagal.
Dicoba lagi mengirim sebuah pesan.
|Yoris, ternyata tehnologi canggih pun masih belum dapat menyatukan kita lagi.|
Tak dapat terkirim.
Gagal lagi.
Esi mendesah marah.
“Sudahlah, aku memang tak punya pulsa.”
untuk jejakubikel
No comments:
Post a Comment