“Paman Badut datang... Paman Badut datang....” sorak gembira anak-anak kecil menyambutnya.
“Sulap lagi, Paman.”
“Buat bunga lagi, Paman.”
Berebut anak-anak tertawa ceria bersama Paman Badut.
Wenny, 9 tahun. Tidak menikmati tawa itu. Dia juga penghuni panti asuhan ini.
Duduk diam di sudut ruang rekreasi. Raut mukanya memerah. Alis bertaut. Bibir bergetar.
Dia tak menyukai Paman Badut itu.
Paman Badut yang sama.
Wenny mengingatnya, melihatnya.
Paman Badut itu yang membunuh Ayah dan Bundanya.
Wenny pun diculik. Diserahkan ke panti asuhan ini.
Sejak malam itu Wenny selalu melihatnya di kamar Ibu Pengasuh. Paman Badut menindih.
Kini tak ada lagi Paman Badut yang lucu. Wenny siap dengan sebuah pisau.
Malam nanti.
untuk jejakubikel
No comments:
Post a Comment