Reza, 8 tahun, putraku. Kutinggalkan 2 tahun lalu bersama Nenek dan Tantenya. Aku pergi ke kota besar untuk mencari nafkah.
Tak ada lelaki lagi. Reza adalah lelaki kecilku. Reza sudah mengerti bahwa Ibu pergi bekerja. Terpaksa meninggalkannya.
Rindu adalah sebuah doa Ibu dan Anak. Dipanjatkan setiap hari dari tempat berjauhan.
Awal tahun ini aku mudik. Kejutan manis untuk Reza.
Terlalu pagi aku sampai di rumah yang nyaman. Reza masih tidur. Kuletakkan bawaanku di kursi tamu. Ibu dan aku di teras depan.
“Ibu pulang!” tiba-tiba terdengar teriakan gembira Reza. “Ini kacamata hitam Ibu.” Dia mengenali.
Berlari kecil keluar mencariku. Kami bertemu dan berpeluk. Waktu yang terbatas. Kami saling memiliki.
untuk jejakubikel
No comments:
Post a Comment