Tuesday, October 4, 2011

#hilang ingatan


“Di mana sih kacamataku?” sambil membongkar tumpukan koran dan majalah di atas meja, Wenny masih menggerutu.  “Sinyo! Kamu bantu mencari kacamataku, kemarilah,” panggil Wenny kepada pembantunya.

Terburu Sinyo meletakkan semua pekerjaannya dan mulai ikut mencari.

“Kacamatamu yang mana sih Wen, kamu sudah punya banyak, pakai yang lain kan bisa,” Anna saudari tirinya dari kamar baca ikut berteriak dan tanpa mengangkat kepala dari buku yang dibacanya.

 “Iya Nyah, tadi taruh mana sih, coba diingat-ingat dulu tadi diletakkan di mana?” Sinyo sang pembantu ikut berpendapat.

“Hah, kamu itu... bukannya membantu, kalau aku ingat diletakkan di mana, tak perlu aku menyuruhmu ikut mencari, “ Wenny makin jengkel.

“Iya Nyah....” Sinyo pun membungkuk.

**

Tiga jam berlalu dengan sia-sia, mereka tak jua menemukan kacamata yang dicari.

“Semestinya sih di sini, seperti biasa,” Wenny pun membongkar ulang untuk keempat kali meja pendek kesukaannya. “Huuft....” menghembus napas kebingungan panjang.

“Paling juga nangkring di kepalamu, tuh seperti biasanya dan kamu pun sering menemukan di sana jika lupa atau kehilangan kacamata itu, ” teriak Anna tanpa pula mengangkat wajahnya.

“Hahaha,” tawa Wenny keras. “Kali ini kamu salah Anna, gak ada kacamata itu di atas kepalaku, weeek...,” sambil menjulurkan lidahnya.

“Ribut sekali, mencari kacamata di dalam rumah saja,” Anna kini mengangkat wajahnya dan menggerakkan tubuhnya dengan malas keluar dari kamar baca. Dan terkejut.

“Aduh Wenny, rumah ini berantakan sekali, kalian benar-benar gila cara mencari kacamata itu,” berdecak takjub memandang seisi rumah.

Wenny hanya mengangkat bahunya. Lemas.

“Wenny, maka dari itu dan ingatlah akan kata-kataku ini kelak di kemudian hari ya... Pakailah kacamatamu sebelum mencari kacamatamu itu,” Anna kini berbalik jengkel sambil menahan senyum.

“Iyaa... aku kan sudah memak...,” kata-kata Wenny terputus kala meraba wajahnya sendiri.


#15harimenulisdiblog #5

4 comments:

@syukrr said...

sudah ketemu belum kacamatanya? ^.^

Rafael Yanuar said...

Hore! Akhirnya bisa kirim komentar =D. Ceritanya segar, hanya sepertinya masih perlu diendapkan, ada beberapa bagian yang masih bisa dipadatkan (#imo, sih). Namun, aku suka dengan penuturanmu yang ringan dan menyenangkan. Jadi, kacamatanya sudah tertemu, kan? ;)

embun bening said...

@syukrr : udah ketemu kok

@rafael : akhirnya bisa.... iya sih nanti kucoba yak... kacamata udah ketemu kok :p

Anonymous said...

Hehehe, kocak Mbak :)

Post a Comment