Friday, November 26, 2010

Bukan Perempuanmu Lagi

Kamu hilang, aku menghilang
semua hilang yang tak kukira
jangan tanya lagi, tanya mengapa

Seperti mengingat kamu lagi saat mendengar lagu ini. Sakit ini membuatku sampai saat titik yang menekan di dalam raga yang terdalam hingga tanpa suara mengeluh hanya air mata yang jatuh di hati.

Dua tahun lalu.
Perempuanku. Begitu panggilannya kepadaku setiap pagi, siang, malam, bahkan disetiap dia rindu kepadaku.

“Perempuanku....”
“I miss u...”

Kalimat sapa yang dia tulis di chatbox laptopku.

“Hi, I miss u too”

Cukup balasan itu, karena berikutnya aku dihujani banyak emotic cium.

Baginya aku adalah perempuannya, karena dia masih memiliki perempuan lain yang lebih berhak atas dirinya. Dia mencintaiku layaknya aku perempuan miliknya.

Aku tahu perempuan dia. Aku tak sanggup mencintai dia, hanya sanggup mengagumi dirinya saja.

“Perempuanku, I love u..”

Kubalas saja dengan emotic pelukan.

“Mengapa?”, tanyanya menuntut jawaban balasan.

Tak sanggup aku menjawabnya.

Satu tahun lalu
Suatu pagi offline message di laptopku.

Sayang, perempuanku...
Pagi ini, Wen meninggalkanku, berangkat kantor duluan.
Dia meninggalkan SMS : menikmati rasanya di tikam dari belakang
Say, maaf dia membaca SMSku ke kamu, ketika aku kangen
Say, Wen tak dapat ku telpon, dia tak mau terima telponku.
Dia marah say...
Say, aku mencintai kamu, kamu perempuanku. Tapi dia istriku.
Say, aku mencintainya.
Say, aku bingung. Wen, pasti tak memaafkan aku.
Dan aku mencintaimu dan bersamamu aku merasakan kamulah bagian dari diri dan hatiku.
Tapi aku mempunyai Wen.
Sayang... maafkan aku...

Kau tanya, aku menjawab
kamu minta, aku berikan
ku sayangi kamu

Menggigit bibir, berdebar kuulang membaca offline message itu.
Membaca lagi.
Menahan air mata, aku mulai membalas.

Hasian...
I love you
…..
Menjadi perempuanmu aku pernah bahagia.
Hasian...
Kejar cinta Wen, dia yang layak bersamamu.
Raihlah dia, demi kita.
Demi kalian.
Lupakan aku dulu, bawa saja keping hatiku dan jika kau sudah tak membutuhkan
kembalikan padaku tanpa rasa sakit.
….
Hasian...
I love you
kuucapkan untukmu pertama dan terakhir.
Karena memang aku perempuanmu.
Sekarang tidak.

Kumatikan laptopku tanpa menunggu balasan. Saat itu kuputuskan aku bukan perempuanmu lagi.

Bagaimana bisa aku tak ada di setiapmu melihat
sementara ku ada
bagaimana bisa kamu lupakan yang tak mungkin dilupakan
aku selalu cinta, selalu cinta 

inspired by Selalu Cinta - Kotak
untuk jejakubikel 

No comments:

Post a Comment